PERSISTENSI SOLIDARITAS MEKANIK DAN KESADARAN KOLEKTIF PETANI MELALUI TRADISI MALABANG DI ERA MODERN (STUDI DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH

Authors

  • Ni'mah Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin
  • Sumiati Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin
  • Muhammad Tahdianoor Universita Nahdtaul Ulama Kalimantan Selatan
  • Marsudi Politeknik Murakata, Hulu Sungai Tengah

DOI:

https://doi.org/10.54315/pj.v6i1.226

Keywords:

Solidaritas, Malabang, Ruang Publik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan sosial dan manifestasi solidaritas mekanik dalam tradisi malabang (menjemur gabah di jalan umum) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dilatarbelakangi oleh munculnya tumpang tindih antara fungsi infrastruktur transportasi publik dan kebutuhan ruang ekonomi-sosial masyarakat di tengah arus modernisasi pertanian. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam kepada petani dan pengguna jalan, serta dokumentasi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa tradisi ini bukan sekadar efisiensi aktivitas ekonomi pascapanen, melainkan sebuah institusi sosial yang merawat kohesi warga melalui pembentukan kontrak sosial tidak tertulis, toleransi spasial asimetris, dan empati komunal yang spontan. Kesimpulannya, praktik malabang merefleksikan secara nyata kuatnya kesadaran kolektif dan solidaritas mekanik Emile Durkheim, yang terbukti secara fungsional mampu mencegah perselisihan dan mengelola tata ruang nirkonflik tanpa memerlukan intervensi hukum positif aparatur negara. Limitasi penelitian ini terletak pada fokus telaah sosiologis yang terbatas pada beberapa desa spesifik dan belum mengeksplorasi benturan struktural dengan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengkaji relasi ekonomi-politik antara regulasi tata ruang daerah terhadap persistensi tradisi kearifan lokal ini, serta melakukan studi komparatif di wilayah agraris lainnya.

References

Anwar, S. (2021). Sosiologi jalan raya: Infrastruktur transportasi publik sebagai ruang sosial masyarakat agraris. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 23(1), 89–104.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Fauzi, A. (2022). Kontrol sosial informal dan pencegahan konflik komunal dalam tata ruang pedesaan. Sosiologi Nusantara, 7(2), 45–60.

Hanifah, N., Santoso, B., & Putra, R. (2024). Konsep solidaritas sosial dalam masyarakat modern perspektif Émile Durkheim. Jurnal Cendekia Dinamika: Omah Jurnal Sunan Giri, 1(2), 45–58.

Hasanah, N. (2021). Budaya komunal dan tradisi masyarakat Pahuluan: Sebuah tinjauan sosiologis. Banjarmasin Sociological Review, 4(3), 201–215.

Hidayat, R. (2021). Negosiasi ruang publik dan hak komunal dalam masyarakat agraris di era modernisasi. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 9(1), 112–125.

Kusnandar, J. H. (2023). Stigma maskulinitas di tengah budaya patriarki analisis teori solidaritas sosial Emile Durkheim. Lentera: Journal of Gender and Children Studies, 3(1), 46–51.

Nugroho, H. (2019). Membangun konsensus sosial di ruang publik: Studi fenomenologi interaksi warga. Jurnal Sosiologi Reflektif, 14(1), 15–30.

Oruh, S., Rahman, T., & Wijaya, A. (2024). Solidaritas sosial petani padi sawah Nagari III Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 4(2), 6–15.

Pratama, D. (2020). Modernisasi pertanian dan dampaknya terhadap ruang interaksi sosial petani tradisional. Jurnal Analisa Sosiologi, 9(1), 88–102.

Rahman, A., & Sari, M. (2019). Adaptasi petani Kalimantan Selatan terhadap mekanisasi pertanian dan pergeseran nilai sosial. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 21(1), 55–68.

Ritzer, G., & Stepnisky, J. (2018). Teori sosiologi (Edisi ke-10, Terj. S. B. Santoso). Pustaka Pelajar. (Buku referensi teori klasik edisi terbaru).

Setiawan, B. (2022). Relevansi solidaritas mekanik Durkheim pada masyarakat komunal di tengah arus modernisasi. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 8(2), 77–92.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif. Alfabeta.

Suherman, A., & Sirajuddin, A. (2018). Kearifan lokal sebagai basis komunikasi pemerintah dalam penyelesaian konflik sosial dan komunal. Jurnal Dialektika, 3(2), 42–50.

Susanti, E., & Wijaya, K. (2023). Komparasi kualitas gabah hasil pengeringan tradisional dan mekanis: Perspektif sosio-ekonomi. Jurnal Agribisnis Indonesia, 11(2), 110–124.

Syahputra, E. (2020). Modal sosial dan solidaritas petani dalam menghadapi rasionalitas ekonomi modern. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 23(2), 145–160.

Wehantow, A. R., Salem, V. E. T., & Santie, Y. D. A. (2024). Solidaritas masyarakat tani sawah di Desa Woloan 3 Kecamatan Tomohon Barat Kota Tomohon. ETIC (Education and Social Science Journal), 1(4), 317–325.

Wibowo, A. (2017). Resolusi konflik tata ruang berbasis kearifan lokal di Indonesia. Jurnal Hukum Tata Negara, 5(1), 34–48.

Artikel Online

Badan Pusat Statistik. (2025). Luas panen padi Agustus 2025. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/10/01/2507

Downloads

Published

2026-09-05

How to Cite

Ni'mah, Sumiati, Tahdianoor, M., & Marsudi. (2026). PERSISTENSI SOLIDARITAS MEKANIK DAN KESADARAN KOLEKTIF PETANI MELALUI TRADISI MALABANG DI ERA MODERN (STUDI DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH. Pena Jangkar, 6(1), 1–20. https://doi.org/10.54315/pj.v6i1.226

Issue

Section

Articles